Demikian disampaikan oleh Kepala Riset Recapital Pardomuan Sihombing kepada detikFinance, Selasa (14/9/2010).
"BEI lebih melihat efektivitas, dengan libur panjang pelaku pasar lebih prepare. Yang penting sarana transaksinya, asing masih net buy kok di hari terakhir sebelum bursa tutup. Jadi tak terlalu khawatir kelamaan, dan ini pun sudah disosialisasikan ke pelaku pasar," tutur Pardomuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pardomuan mengatakan, tidak pantas Presiden SBY mengomentari soal lamanya bursa ditutup. Harusnya kritik disampaikan jika kinerja bursa buruk. Namun menurut Pardomuan, kenyataannya kinerja BEI sangat bagus, transparansi terjaga, dan banyak emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa.
"Kalau dibilang kelamaan ini tidak ada apa-apanya karena yang penting likuiditas dan tujuan kritik itu apa. Kalau memang mau koreksi dari kinerjanya saja. Lagian beberapa hari sebelum tutup transaksi meningkat," kata Pardomuan.
Dihubungi terpisah, Pengamat Pasar Modal Felix Sindhunata mengatakan, BEI tidak salah dalam menetapkan waktu libur ini, sebab beberapa bursa di dunia juga melakukan libur panjang dalam rangka menyambut hari raya besar khususnya keagamaan.
Seperti diketahui, BEI meliburkan perdagangan saham sejak 8 hingga 14 September 2010. (dnl/qom)











































