Demikian disampaikan Direktur Keuangan Reynaldi Hermansjah di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (14/9/2010).
Ia menyebut, selain membayar utang bank, BUMN jalan tol ini juga siap melunasi obligasi yang jatuh tempo sebesar Rp 650 miliar. Jika penerbitan surat utang baru perseroan tetap di angka Rp 1,5 triliun, berarti ada sisa dana Rp 500 miliar yang belum dialokasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reynaldi menambahkan, obligasi yang akan terbit, nantinya terbagi dalam dua seri. Seri I, senilai Rp 1 triliun dengan tenor 5 tahun dan penetapan bunga model fix coupon. Seri lainnya, Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun, zero coupon.
"Kita belum bisa berandai-andai kisaran kuponnya berapa. Nanti tunggu tanggal 20 (September), saat public expose akan disampaikan kisaran kuponnya," ucap Reynaldi.
Sementara itu, terkait rencana akuisisi dua ruas tol, JORR W-II dan Surabaya, perseroan mengaku masih dalam proses negosiasi. Diharapkan, akuisisi akan rampung di tahun ini.
Denga rampungnya ruas yang tengah dibidik tersebut, maka akan melengkapi 7 ruas jalan bebas hambatan yang sedang dibangun, Jasa Marga. "Kalau memang berhasil ya tahun ini, dana nggak bisa disebut. Kan lagi nego," tegas Frans.
(wep/dnl)











































