Disentil SBY, BEI Siap Evaluasi Libur Panjang

Disentil SBY, BEI Siap Evaluasi Libur Panjang

- detikFinance
Rabu, 15 Sep 2010 13:38 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengevaluasi kebijakan libur panjang hari raya Lebaran setelah sebelumnya 'disentil' oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena dianggap terlalu lama.

Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito kepada detikFinance di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

"Kita akan coba lihat. Masukan dari  pemerintah harus didengar. Tentu yang terbaik harus dilakukan," jelas Eddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, secara reguler memang otoritas bursa memberi kesempatan pelaku usaha untuk memberi feedback atas kalender bursa yang telah ditetapkan manajeman. Penetapan kalender juga berdasarkan karakter dari masyarakat di Indonesia.

"Kita akan coba evaluasi, kalau ada kebutuhan seperti itu. Pendapat seperti yang itu nanti kita berikan ke pelaku pasar," tegasnya.

Memang dalam pidato sidang Kabinet kemarin, SBY mempertanyakan bursa saham yang masih belum aktif, padahal bank sudah memulai aktivitasnya. Menurut SBY, bursa saham dinilai libur terlalu lama.

Patokan yang diambil SBY adalah, bursa di negara-negara lain maksimal libur 2 hari. Sedangkan BEI tahun ini menetapkan libur perdagangan saham sejak 8 hingga 14 September 2010. 

SBY mengingatkan bahwa para pelayan publik harus serius membangun perekonomian dan dunia usaha. 

"Jadi kalau Saudara dengar state never sleep, ya boleh penduduknya sekali-sekali rileks, tapi negara tidak boleh berhenti dalam berikan pelayanan," tegas Presiden.

Jika mengacu pada penetapan hari raya Lebaran yang jatuh pada tanggal 10-11 September 2010, Jumat- Sabtu, maka tetap tidak akan berjalan efektif jika pasar tetap dibuka.

Pasalnya perantara (broker) juga banyak yang libur, hingga pelayanan terhadap investor tidak maksimal.

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads