IHSG dibuka naik tipis ke level 3.357,130 dan kemudian berbalik arah hingga sempat menyentuh level 3.322,262, turun 35 poin dari penutupan kemarin di level 3.357,032.
Sejak awal perdagangan IHSG terus terjebak di zona merah lantaran aksi ambil untung (profit taking) pada sebagian besar saham-saham unggulan, terutama yang mengalami kenaikan tajam pada perdagangan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh indeks saham sektoral terkoreksi, kecuali indeks saham pertambangan dan industri dasar yang masih menguat. Saham-saham unggulan pertambangan seperti Timah (TINS), INCO, Indo Tambang (ITMG) dan lainnya masih diburu investor.
Bursa-bursa regional Asia yang bergerak dalam teritori negatif membuat IHSG ikutan didera sentimen negatif.
Kendati demikian, transaksi asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar Rp 418,975 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Kamis, (17/9/2010), IHSG ditutup melemah 27,283 poin (0,81%) ke level 3.329,749. Sedangkan Indeks LQ 45 juga turun 7,244 poin (1,13%) ke level 630,810.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 72.558 kali pada volume 2,992 miliar lembar saham senilai Rp 3,446 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 94 saham turun dan 75 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Shanghai turun 39,11 poin (1,47%) ke level 2.613,39.
- Indeks Hang Seng melemah 98,29 poin (0,45%) ke level 21.627,35.
- Indeks Nikkei-225 turun 11,85 poin (0,12%) ke level 9.504,78.
- Indeks Strait Times turun tipis 5,32 poin (0,17%) ke level 3.065,71.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 650 ke Rp 7.850, Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 3.400, Timah (TINS) naik Rp 250 ke Rp 2.775, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 10.250.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Astra International (ASII) turun Rp 2.950 ke Rp 54.850, Indomobil (IMAS) turun Rp 1.600 ke Rp 6.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 45.100, United Tractors (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 20.250.
(dro/dnl)











































