Wall Street Masih Diwarnai Kelesuan

Wall Street Masih Diwarnai Kelesuan

- detikFinance
Jumat, 17 Sep 2010 08:11 WIB
Wall Street Masih Diwarnai Kelesuan
Jakarta - Bursa saham Wall Street tadi malam kembali ditutup menguat tipis menyusul situasi ekonomi yang dianggap masih lesu. Proyeksi data-data ekonomi AS belum menunjukkan suatu tren positif.

Para investor AS masih melihat adanya kelesuan ekonomi yang disebabkan perkembangan data-data yang masih mix. Harga emas naik ke rekor tertinggi di level US$ 1.279,50 per troy ounce.Penguatan ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar dolar yang memang umumnya mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap guncangan dalam ekonomi global dan pasar keuangan.

Data lain menyebutkan, 41% pemilik usaha kecil di AS tidak memperoleh kesempatan memperoleh pembiayaan yang memadai dari bank-bank besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Kamis (16/9/2010), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tipis 0,21% ke 10.594. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,08% ke level 2.303 dan indeks S&P ditutup turun tipis 0,04% ke level 1.124.

Ketidakmenentuan situasi ekonomi ini membuat perdagangan saham Wall Street cenderung flat. Pada perdagangan kemarin, tren sideways yang terjadi sepanjang perdagangan diiringi dengan tingkat fluktuasi yang cukup tinggi. Ini menunjukkan adanya upaya mengambil posisi yang variatif lantaran perbedaan data tersebut.

Koreksi saham FedEx Corp sebesar 3,7% ke US$ 82,72 per saham menjadi salah satu beban utama perdagangan Wall Street. Sementara saham Ford Motor menanjak 4,8% ke US$ 12,44 per saham menjadi salah satu penopang kenaikan Wall Street.

Volume perdagangan kembali minim hanya sebesar 6,5 miliar saham, jauh di bawah rata-rata harian tahun lalu sebanyak 9,65 miliar saham. (dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads