Petronas Batal, BNBR Garap Pipa Kepodang-Tambak Lorok

Petronas Batal, BNBR Garap Pipa Kepodang-Tambak Lorok

- detikFinance
Jumat, 17 Sep 2010 14:06 WIB
Jakarta - Pemerintah batal menunjuk PT Petronas Carigali untuk membangun pipa sepanjang 200 kilometer (km) dari lapangan Kepodang ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTGU) Tambak Lorok. Pemerintah-pun kembali menunjuk PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk tetap pengerjakan proyek tersebut.

Kepala Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Tubagus Haryono mengakui, memang sebelumnya pemerintah telah menunjuk Petronas untuk membangun pipa tersebut.

Namun berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan BPH Migas, BP Migas dan Ditjen Migas diputuskan bahwa pengembangan lapangan Kepodang milik Petronas tersebut akan menggunakan skema hilir (downstream) sehingga BNBR yang akan bangun pipa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah dibahas berkali-kali, akhirnya disepakati Bakrie yang akan bangun itu," kata Tubagus di Kantornya, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (17/9/2010).

Menurut Tubagus, skema downstream dipilih karena pemerintah mendapatkan keuntungan lebih besar jika pembangunan pipa yang membawa gas sebesar 120-200 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) ini dikerjakan BNBR.

"Toll fee-nya sekitar 0,37 sen dollar AS," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah telah  menunjuk PT Petronas Carigali untuk membangun pipa sepanjang 200 kilometer (km) dari lapangan Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok tersebut.

Hal itu diputuskan dalam surat yang diteken Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada tanggal 18 Maret 2010 lalu.

Meskipun Menteri ESDM sudah memberikan lampu hijau kepada Petronas, namun keputusan itu masih dipertanyakan pemegang hak khusus untuk pembangunan pipanisasi Kalimantan-Jawa (Kalija).

Pasalnya, pipa sepanjang 200 km tersebut seharusnya dibangun oleh Grup Bakrie karena merupakan bagian dari rencana pipanisasi Kalija sepanjang 1.200 KM tersebut.

"Makanya Bakrie mempertanyakan lagi ke BP Migas untuk di-review karena mereka sudah dapat izin dari BPH Migas sebagai pemenang program pipa Kalija," jelas Wakil Kepala BP Migas Hadiono beberapa waktu lalu.
(epi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads