Hal ini disampaikan oleh GM Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra kepada detikFinance, Jumat (17/9/2010).
"Ini bukan Telkomsel. Jadi kami klarifikasi itu bukan dari kami. Kami selalu siap sejak sebulan sebelum lebaran untuk melakukan pengecekan terhadap jaringan kami," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricardo mengatakan, pihaknya selalu siaga agar tidak terjadi gangguan menjelang lebaran ini, dan selalu bisa melayani telekomunikasi yang dilakukan para pelanggan. "Bahkan sampai malam takbiran pun 3 direksi kami termasuk Direksi Utama tidak cuti. Jadi jaringan kami selalu siaga," tuturnya.
Seperti diketahui, rencana Presiden SBY memantau arus balik Lebaran 2010, terganggu dengan matinya koneksi CCTV dari Telkom dan Telkomsel di Pospol AJU Cikopo. SBY pun kesal dan meminta para petinggi perusahaan itu turun tangan.
Ketika SBY datang ke Pospol AJU Cikopo, Cikampek, Jumat (17/9/2010) pukul 09.30 WIB, TV flat screen yang semestinya menampilkan gambar CCTV sudah dalam kondisi mati. SBY pun langsung menegur Dirut Telkom dan Telkomsel.
Namun, Ricardo mengatakan, teguran yang disampaikan Presiden ini membuat perseroan terus berinterospeksi atas kejadian tersebut.
Menurut kabar yang beredar, teleconference yang dilakukan oleh Presiden SBY menggunakan jaringan kepolisian yang bernama ComMob. Jaringan ini merupakan jaringan komunikasi khusus via satelit.
Jadi sebenarnya teleconference tersebut tidak menggunakan jaringan Telkomsel melainkan jaringan kepolisian yang mengalami kerusakan.
(dnl/dnl)











































