Dengan tren lanjut IHSG yang terus meningkat, menjadi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Dan optmisme IHSG bakal tembus level 3.500 hingga akhir tahun ini, nampaknya akan terwujud.
Peningkatan indeks, menurut ekonom Standard Charted Bank, Fauzi Ichsan ditopang oleh positifnya laporan keuangan sebagian besar emiten, dengan raihan laba korporasi yang naik mencapai 30%. Selain itu faktor penyaluran dana ke bidang infrastruktur, juga akan meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Kalau melihat tren yang seperti ini, bahkan IHSG bisa lebih tinggi dari 3.500, karena likuiditas global masih sangat rendah," kata Ichsan kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (19/9/2010).
Satu hari menjelang libur hari raya Lebaran, Selasa (7/9/2010), IHSG bertengger di level 3.230,888. Indeks mengalami peningkatan 13,74 poin (0,43%) dibandingkan perdagangan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (15/9/2010), IHSG ditutup menguat hingga 126,144 poin (3,9%) ke level 3.357,032. Indeks LQ 45 menguat 28,567 poin (4,96%) ke level 638,054.
Nah pada akhir pekan ini, laju IHSG tak dapat dibendung lagi, hingga nyaris menyentul level 3.400. Pada Jumat (17/9/2010)lalu, IHSG ditutup melesat 43,021 poin (1,28%) ke level 3.384,653.
Ini berarti selama perdagangan dari sebelum libur hari raya lebaran (7/9/2010), hingga pekan pertama pasar modal aktif kembali (17/9/2010) IHSG meningkat hingga 153,765 poin dari level 3.230,888 ke level 3.384,653.
Menurut Kepala Badan Pengawas dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, peningkatan saham yang diperdagangkan membuktikan telah terjadi rebalancing perekonomian dunia. Yang berarti, investor global telah menilai Indonesia dan negara-negara Asia lain, menjadi tempat layak investasi.
Pasalnya, kalkulasi yang dilakukan investor memberi gambaran bahwa keuntungan yang bisa diperoleh mereka jauh lebih besar, ketimbang menempatkan dana di Amerika Serikat (AS) ataupun Eropa.
"Bukan hanya Indonesia. Thailand juga kebanjiran. Duit-duit dulu di negara barat dan beralih ke kita karena bottom line (laba bersih) disana tidak bagus," kata Fuad akhir pekan ini di Jakarta.
Dirinya pun berharap, Indeks akan semakin meningkat dan peran serta dari korporasi Indonesia untuk masuk pasar modal (IPO) juga bertambah.
"Intinya ada kebutuhan Bapepam dan Bursa kita. Korporasi di Indonesia masuklah ke pasar modal. Orang Indonesia kan umumnya family business," tegasnya.
(wep/ang)











































