"Kalau tetap ada penolakan, maka tidak akan ada lagi aksi korporasi. Ini upaya terakhir dan maksimal yang bisa ditawarkan kepada pemegang saham," ujar Direktur Utama AQUA, Parmaningsih Adinegoro kepada detikFinance, Minggu (19/9/2010).
AQUA berencana menggelar tender offer atas seluruh saham publik perseroan. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka memenuhi rencana perseroan untuk menghapus pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias delisting serta mengubah status perusahaan menjadi perusahaan tertutup (go private).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat tertunda beberapa tahun, akhirnya perseroan berhasil mendapat izin Bapepam-LK. Perseroan pun akan menggelar RUPS pada 22 September 2010 untuk meminta persetujuan pemegang saham.
Pada RUPS-RUPS sebelumnya, perseroan gagal mendapat restu pemegang saham minoritas alias publik lantaran ada yang meminta harga tender offer dilakukan pada harga Rp 1 juta per saham, jauh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan perseroan sebesar Rp 450 ribu per saham.
Untuk kesempatan kali ini, manajemen AQUA menaikkan harga penawarannya menjadi Rp 500 ribu per saham untuk diajukan ke pemegang saham pada 22 September nanti.
"Harga tender offer dari PT Tirta Investama sebagai pemegang saham kendali. Saya tidak dapat menjawab soal itu," ujarnya.
Parmaningsih mengakui kalau ancaman penolakan masih mungkin terjadi dalam RUPSLB 22 September 2010 mendatang. Menanggapi hal ini, Parmaningsih mengatakan, jika masih ada penolakan maka banyak pemegang saham akan 'merugi'.
"Karena ini sudah merupakan penawaran terbaik. Kalau perseroan tetap jadi perusahaan publik, maka harga saham akan tergantung mekanisme pasar dan pemegang saham, terutama yang memegang saham odd lot (jumlah saham di bawah 500 lembar saham) dimana banyak pemegang saham perseroan yang seperti ini, akan kehilangan kesempatan untuk menjual pada harga seperti yang ditawarkan pada tender offer," ujarnya.
"Artinya kesempatan emas akan hilang," imbuhnya.
Maka itu, lanjutnya, perseroan memastikan tidak akan meneruskan rencana go private jika RUPSLB 22 September 2010 tidak memperoleh restu pemegang saham.
Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham (94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu per saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp 371,691 miliar.
Harga saham AQUA di pasar reguler sebesar Rp 244.800 per saham, sedangkan di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) sebesar Rp 350.000 per saham.
(dro/ang)











































