IHSG dibuka turun tipis ke level 3.384,556 dan kemudian sempat menguat ke level 3.392,059, naik 7 poin dari penutupan kemarin di level 3.384,653.
Rupanya, penguatan tidak bertahan lama. Sebagian besar saham unggulan yang sudah naik cukup tinggi pekan lalu mulai didera tekanan jual. Hanya segelintir saham unggulan yang masih menguat. Seluruh saham-saham Bakrie 7 mengalami penguatan lanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG pun sempat terpuruk cukup dalam sebesar 40 poin ke level 3.344,901. Untungnya, saham-saham lapis dua banyak yang menguat, sehingga koreksi IHSG tidak sedalam indeks LQ45.
Bursa-bursa regional Asia pun bergerak variatif lantaran sepinya sentimen positif setelah mengalami penguatan berturut-turut pada perdagangan pekan lalu.
Kendati demikian, transaksi asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 76,175 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Senin, (20/9/2010), IHSG ditutup melemah 21,493 poin (0,63%) ke level 3.363,160. Sedangkan Indeks LQ 45 juga turun 6,785 poin (1,06%) ke level 632,517.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 83.770 kali pada volume 5,634 miliar lembar saham senilai Rp 2,580 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 101 saham turun dan 67 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia seluruhnya menguat:
- Indeks Shanghai turun tipis 1,15 poin (0,04%) ke level 2.597,54.
- Indeks Hang Seng naik 22,39 poin (0,10%) ke level 21.993,25.
- Indeks Strait Times naik tipis 3,62 poin (0,12%) ke level 3.079,99.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 44.100, United Tractors (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 19.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 37.950. (dro/qom)











































