Menurut Direktur Bahana Securities, Andi Sidarta selaku penjamin emisi (underwriter) penerbitan obligasi, perseroan memutuskan untuk men-hold karena permasalahan hukum. Pasalnya BPD Riau tengah mengajukan pergantian nama menjadi Bank Riau Kepri (Kepulauan Riau) sesuai dengan keinginan manajemen.
"Dihold dulu, karena ada masalah legal. Mau ganti nama jadi Bank Riau Kepri," katanya di Hotel Ritz Calton, Pasific Place SCBD Jakarta, Senin (20/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Andi belum bisa memastikan hingga kapan penunduaan ini. "Itu tergantung manajemen," tambahnya.
Penerbitan obligasi memang bertujuan untuk mengatur keseimbangan portofolio dana perseroan. Apalagi saat ini BPD Riau ikut serta dalam mendanai proyek yang sifatnya jangka panjang seperti pembangunan PLTU Riau 2x100, proyek PLTU Merah Putih, serta pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi.
"Dengan adanya obligasi, pendanaan jangka panjang bisa terpenuhi," kata Erzonusai waktu itu.
BPD Riau menargetkan perolehan laba di tahun 2010 mencapai Rp 340 miliar, atau naik tipis dibandingkan laba di 2009 yang mencapai 330 miliar.
Â
Â
(wep/dro)











































