IHSG dibuka turun tipis ke level 3.384,556 dan kemudian sempat menguat ke level 3.392,059, naik 7 poin dari penutupan kemarin di level 3.384,653.
Sayangnya, penguatan IHSG tidak bertahan lama. Aksi jual massif mendera sebagian besar saham-saham unggulan, terutama yang telah mengalami kenaikan tajam sepanjang pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham Bakrie 7 menjadi incaran utama investor serta saham-saham lapis dua. Persentase penurunan IHSG yang jauh lebih rendah dari LQ45 menunjukkan tren perdagangan hari ini didominasi dengan aksi beli pada saham-saham non unggulan.
Hampir seluruh indeks saham sektoral mengalami koreksi, dipimpin oleh koreksi indeks saham pertambangan, keuangan dan infrastruktur. Tekanan jual pada saham-saham sektor perbankan menjadi salah satu pemicu utama koreksi IHSG di awal pekan ini.
Bursa-bursa regional Asia masih dalam kecenderungan menguat tipis, sebagaimana bursa-bursa Eropa yang juga dibuka menguat tipis. Investor menanti perkembangan dari pertemuan The Fed pada Selasa (21/9/2010).
Kendati demikian, transaksi asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 66,316 miliar.
Pada penutupan perdagangan Senin, (20/9/2010), IHSG ditutup melemah 13,671 poin (0,40%) ke level 3.370,982. Sedangkan Indeks LQ 45 juga turun 4,703 poin (0,73%) ke level 634,599.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 150.538 kali pada volume 11,888 miliar lembar saham senilai Rp 5,070 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 116 saham turun dan 60 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia sebagian besar menguat:
- Indeks Shanghai turun tipis 9,98 poin (0,38%) ke level 2.588,71.
- Indeks Hang Seng naik tipis 6,48 poin (0,03%) ke level 21.977,34.
- Indeks Strait Times naik tipis 3,36 poin (0,11%) ke level 3.079,73.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indomobil (IMAS) naik 19,62% ke Rp 9.450, Anker Bir (DLTA) naik 0,53% ke Rp 93.500, Bumi Resources (BUMI) naik 4,38% ke Rp 2.025, Bakrie Brothers (BNBR) naik 19,23% ke Rp 62.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain United Tractors (UNTR) turun 3,64% ke Rp 19.850, Indo Tambang (ITMG) turun 1,16% ke Rp 38.200, Bukit Asam (PTBA) turun 1,89% ke Rp 18.150, Bank Mandiri (BMRI) turun 4,34% ke Rp 6.600.
(dro/qom)











































