PT Garuda Indonesia Airlines batal melangsungkan pelepasan saham perdana alias initial public offering (IPO) tahun ini. Aksi korporasi itu diundur ke Februari 2011 oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham pengendali.
"Listing Garuda itu ya kira-kira awal Februari 2011," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Mahmudin Yasin di Gedung MPR-DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
Menurut Yasin, pemerintah masih perlu menggodok rencana pelepasan saham tersebut dengan lebih teliti. Garuda juga perlu memperbaiki laporan keuangannya dengan lebih rinci, seperti konsolidasi dengan anak-anak usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pemunduran ini juga dilakukan untuk memperbaiki laporan keuangan yang saat ini sedang disusun. Namun Yasin memastikan laporan rencana aksi korporasi ini akan tetap dilaporkan kepada Bapepam sebelum tutup tahun 2010.
"Ya ini terkait laporan keuangan, kan laporannya menyangkut beberapa hal itu tadi. Tapi laporannya tetap tahun ini ke Bapepam," katanya.
Perusahaan pelat merah itu berniat melepas hingga 40% kepemilikan saham termasuk di dalamnya 10% saham milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank Mandiri menguasai saham itu sebagai hasil konversi utang ke sebesar Rp 1 triliun. (ang/dnl)











































