Saham Teknologi Seret Wall Street Jadi Negatif

Saham Teknologi Seret Wall Street Jadi Negatif

- detikFinance
Kamis, 23 Sep 2010 07:15 WIB
Saham Teknologi Seret Wall Street Jadi Negatif
New York - Pelemahan saham-saham teknologi akhirnya menyeret bursa Wall Street ke teritori negatif. Investor juga mendapatkan sentimen negatif dari pernyataan Bank Sentral AS (The Fed).

Dalam pertemuannya kemarin, The Fed mengatakan siap untuk memompakan lagi miliaran dolar ke pasar finansial guna mendorong perekonomian AS agar semakin pulih setelah diterpa resesi.

Pernyataan tersebut justru membuat investor tidak nyaman, padahal sebelumnya mereka sudah sempat optimistis perekonomian AS semakin membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komentar The Fed merupakan pedang bermata dua. Satu sisi mereka khawatir tentang perekonomian, namun di sisi lain mereka mungkin melakukan stimulasi. Saham-saham bisa saja bergerak di kedua arah," uar Thomas Villalta, manajer Jones Villalta Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/9/2010).

Pada perdagangan Rabu (22/9/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 21,72 poin (0,20%) ke level 10.739,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,50 poin (0,48%) ke level 1.134,28 dan Nasdaq melemah 14,80 poin (0,63%) ke level 2.334,55.

Sentimen negatif datang dari proyeksi pendapatan Adobe yang kurang memuaskan dan dividen baru Microsoft yang mengecewakan.

Saham Adobe System tercatat turun 19% menjadi US$ 26,67, sekaligus menjadi saham penentu penurunan S&P 500 dan Nasdaq. Kemerosotan saham Adobe terjadi setelah mengumumkan proyeksi pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi analis.

Sementara saham Microsoft tercatat turun 2,2% menjadi US$ 24,61, setelah mengumumkan kenaikan dividen sehingga total dividen tahunan yang akan dibayar mencapai US$ 5,5 miliar. Namun keputusan itu lebih rendah dari ekspektasi analis.

"Mereka menginginkan keduanya, pembayaran yang lebih tinggi atau penggunaan dana tunai yang lebih konkret," ujar Andy Fitzpatrick, analis dari Hinsdale Associates.

Namun volume perdagangan kembali menipis yakni hanya 7,65 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads