IPO Danareksa Tunggu Kantor Cabang ke-50

IPO Danareksa Tunggu Kantor Cabang ke-50

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2010 11:48 WIB
Bandung - PT Danareksa (Persero) masih menunda rencana mereka untuk mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga kantor cabang Danareksa Securities mencapai 50 unit.

Menurut Assistant Vice President Head non Equity Sales PT Danareksa Sekuritas, Deni Fahmi Azil, hingga kini kantor cabang perseroan mencapai 32 unit. Dimana, kantor cabang terbaru baru saja diresmikan di kota Solo dan kemungkinan besar tidak akan penambahan hingga akhir tahun 2010.

"Wacana (go public) sudah lama sejak jaman Pak Soegiharto (Mantan Meneg BUMN). Tapi kita mau tunggu sampai kantor cabang sampai 50 titik," jelasnya saat di Jalan Gatot Subroto, Bandung, Kamis (22/9/010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun belum menjanjikan realisasi 50 kantor cabang dan kemudian disusul dengan go public PT Danareksa (Persero). "Kayaknya enggak dulu. Tahun depan kita juga hold dulu untuk menambah cabang. Jadi tetap 32 titik hingga tahun depan," tegas Deni.

Belum adanya lagi penambahan kantor cabang, menurutnya, karena sulitnya mendapat Sumber Daya Alam (SDM) yang tersertifikasi. Apalagi untuk kantor cabang yang ada di luar kota, bahkan luar pulau Jawa.

"Sekarang kan peraturan Bapepam ketat, harus punya sertifikat. Minimal surat ijin profensi. Kami juga hanya terima yang sudah bersertifikat. Padahal banyak daerah yang jadi di sana gudang duit, seperti Balikpapan, Samarinda. Tapi susah SDM-nya," tegasnya.

Nasabah Online Trading Danareksa Capai 5.100 Akun

Penambahan pelanggan online trading milik PT Danareksa Persero (D'ONE) per Agustus 2010 sudah mencapai 5.100 akun, dari 10 ribu akun yang ditargetkan pada tahun 2010.

"Jumlah sampai dengan Agustus 5100 nasabah," tuturnya.

Ia menambahkan, dari total nasabah ritel yang terdaftar, tercatat transaksi rata-rata harian Danareksa kini mencapai Rp 20-25 miliar per hari.

"Transaksi harian rata-rata untuk  web thread Rp 20-25 miliar per hari. Kita juga punya thread pro 5-10 miliar dan nantinya seluruh nasabah bisa masuk di pro," paparnya.

Danareksa memang telah meluncurkan  D'One pada Mei 2010 lalu. D'ONE menerapkan free transaksi beli 0,17% dan untuk jual 0,27%. Akan ada penambahan biaya, namun sampai saat ini tidak dibebankan kepada nasabah. Jumlahnya mencapai Rp 23.000.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads