Asia Natural Gandeng Anugerah Lestari Garap Pasir Besi

Asia Natural Gandeng Anugerah Lestari Garap Pasir Besi

- detikFinance
Jumat, 24 Sep 2010 10:48 WIB
Asia Natural Gandeng Anugerah Lestari Garap Pasir Besi
Jakarta - PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) bekerja sama dengan PT Anugerah Lestari Alam (ALA) untuk menggarap tambang pasir besi seluas 1.275 hektar di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat.

Demikian disampaikan Direktur Utama ASIA Paulus Juanda dalam siaran persnya, Jumat (24/9/2010).

Paulus mengatakan, tambang pasir besi di Kecamatan Sindangbarang yang akan dieksplorasi dan eksploitasi secara keseluruhan seluas 1.275 hektare, dengan panjang pantai kurang lebih 40 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luas keseluruhan tersebut terdiri dari luas areal tambang besi kuasa penambangan (KP) Alam Lestari seluas 187,50 hektare ditambah lahan cadangan pengembangan penambangan seluas 687,5 hektare, serta ditambah kewajiban penambangan rakyat yang harus dijual ke Alam Lestari seluas 400 hektare.

"Sesuai hasil laporan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, volume cadangan terkira pasir besi di pesisir pantai di Kecamatan Sindangbarang antara lain, Crudesand (88.000.000 MT), Concentrat (22.000.000), Fe total (40-65 persen), serta TiO2 total (8-13,45 persen). Penelitian ini hanya dilakukan didaerah daratan saja," ujarnya.

Menurut Paulus, pasir besi yang berpotensi di tambang, selain terdapat di daerah daratan, juga di lepas pantai.  Pasir besi yang terkandung didalam lautan disekitar penelitian tersebut luasnya melebihi 1.275 hektare. "

Termasuk kandungan concentrate di wilayah laut sangat tinggi," ujarnya.

Nantinya, lanuut Paulus, pengerukan didasar laut akan didukung perijinan pembuatan pelabuhan/dermaga. Perijinan ini menentukan daerah yang harus dikeruk, khususnya untuk pendalaman alur pelayaran kapal dengan kedalaman sekitar 21 meter. Luas wilayah yang dikeruk ditentukan dari jarak antara pelabuhan dengan break water yaitu 400 meter, dengan lebar break water 600 meter serta ditambah pengerukan jalur kapal selebar 2 kilometer dan lebar 400 meter.

"Dengan dimulainya kegiatan eksplorasi dan yang kemudian dilanjutkan dengan operasi produksi, maka diharapkan pendapatan perusahaan akan bertambah, serta yang terpenting bisa memengaruhi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah setempat," ujar Paulus.

Sementara Direktur Utama Alam Lestari Aria Badru Kamal mengaku, atas adanya kerjasama ini, maka akan dialokasikan laba bersih sebesar 10 persen yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Termasuk juga dalam konteks tenaga kerja, yang tentunya akan mengakomodir masyarakat setempat untuk ikut dipekerjakan.

"Nanti, laba bersih ini dialokasikan bagi pendidikan, kesehatan, serta sosial," kata Badru.

 

 

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads