Menurut Managing Director PT UBS Securities Indonesia, Agung Prabowo, harga pelaksanaan private placement dipastikan akan sama dengan harga final IPO hasil penawaran umum. Saat ini batas harga IPO yang diumumkan kepada calon nasabah adalah Rp 1.675- 2.100.
"Harganya pasti akan sama. Harga final akan sama semua. Single price," kata Agung di Hotel Pasific Place SCBD, Jakarta Senin (27/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika harga penawaran umum dan penawaran terbatas mengacu pada batas atas, maka Tower Bersama Infrastructure siap mendapatkan dana segar Rp 2,298 triliun.
Seperti diketahui, pemegang saham perseroan yang berhak melakukan private placement adalah yaitu PT Provident Capital Indonesia (PCI) dan PT Wahana Anugerah Sejahtera (WAS). Namun sayang, Agung enggan menyebut pihak yang siap menyerap saham *private placement* tersebut.
"Kalau itu, *forword looking statement*. Nanti kalau ada perkembangan akan kami beritahu. Tidak akan melebihi 7,1%," tegasnya.
Selain private placement, perseroan memang juga menyiapkan opsi penjatahan lebih (green shoe) sebanyak 113,25 juta saham (2,38%). Opsi ini dilakukan agar harga saham stabil dalam waktu 30 hari setelah listing perdana.
Dalam rangka penawaran umum atas saham perdana ini, Tower Bersama Infrastructure akan menggelar road show ke beberapa negara, diantaranya Singapura, Hongkong, London, dan New York.
"Porsi berapanya masih menunggu bookbuilding. Masih belum ada gambaran. Belum ada kisaran," ucap Managing Director Indo Premier Securities Moleonoto The.
Total saham yang akan dilepas (IPO, private placement dan greenshoe) sebanyak 1.208.000.000 saham (25,38%). Total dana yang akan diperoleh, mengacu pada harga tersebut berkisar antara Rp 2,023 - 2,536 triliun.
(wep/dro)











































