Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, capital inflow masih akan masuk, tinggal bagaimana pemerintah mengatur supaya dana tersebut tidak keluar secara serentak atau tiba-tiba.
"Pemerintah masih gagap terus setiap ada arus dana keluar. Sampai saat ini memang belum punya cara untuk menanggulangi itu," katanya dalam seminar Bank Dunia di Universitas Paramadina di Gedung Energy, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian pemerintah diminta untuk tidak terlena dengan keadaan saat ini dan segera mencari cara untuk penanggulangan jika terjadi arus modal keluar.
"Soalnya dari kepemilikan asing sebanyak itu, jika keluar Rp 20 triliun saja sudah goyang," imbuhnya.
"Pemerintah juga tidak berani lakukan capital control. Tapi memang sulit juga kalau dilakukan sekarang sudah tidak bisa," imbuhnya.
Saat ini, Mirza menilai Indonesia seperti masa jayanya pada tahun 93-96 lalu dengan pertumbuhan ekonominya yang jauh lebih tinggi daripada Amerika dan Eropa. Selain itu Indonesia juga akan memasuki investment grade.
"Jadi capital inflow masih akan berlanjut, tinggal bagaimana me-manage-nya supaya tidak terjadi seperti tahun 1998," ujarnya.
Β
(ang/dro)











































