Pemerintah Diimbau Waspada Terhadap Capital Outflow Dadakan

Pemerintah Diimbau Waspada Terhadap Capital Outflow Dadakan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2010 14:29 WIB
Pemerintah Diimbau Waspada Terhadap Capital Outflow Dadakan
Jakarta - Pemerintah diimbau waspada terhadap terjadinya capital outflow dadakan agar tidak bersikap gelagapan jika arus modal asing keluar serentak. Pemerintah dinilai belum memiliki cara untuk mengatur kondisi jika terjadi arus dana keluar.

Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, capital inflow masih akan masuk, tinggal bagaimana pemerintah mengatur supaya dana tersebut tidak keluar secara serentak atau tiba-tiba.

"Pemerintah masih gagap terus setiap ada arus dana keluar. Sampai saat ini memang belum punya cara untuk menanggulangi itu," katanya dalam seminar Bank Dunia di Universitas Paramadina di Gedung Energy, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mirza, sampai saat ini Indonesia masih menikmati arus modal masuk. Banyaknya dana asing bisa terlihat di beberapa tempat, contohnya kepemilikan asing di SUN mencapai Rp 178 triliun dan di SBI sebanyak Rp 53 triliun.

Namun demikian pemerintah diminta untuk tidak terlena dengan keadaan saat ini dan segera mencari cara untuk penanggulangan jika terjadi arus modal keluar.

"Soalnya dari kepemilikan asing sebanyak itu, jika keluar Rp 20 triliun saja sudah goyang," imbuhnya.

"Pemerintah juga tidak berani lakukan capital control. Tapi memang sulit juga kalau dilakukan sekarang sudah tidak bisa," imbuhnya.

Saat ini, Mirza menilai Indonesia seperti masa jayanya pada tahun 93-96 lalu dengan pertumbuhan ekonominya yang jauh lebih tinggi daripada Amerika dan Eropa. Selain itu Indonesia juga akan memasuki investment grade.

"Jadi capital inflow masih akan berlanjut, tinggal bagaimana me-manage-nya supaya tidak terjadi seperti tahun 1998," ujarnya.


Β 

(ang/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads