RI Terancam Capital Outflow Akibat Buruknya Infrastruktur

RI Terancam Capital Outflow Akibat Buruknya Infrastruktur

- detikFinance
Selasa, 28 Sep 2010 14:37 WIB
RI Terancam Capital Outflow Akibat Buruknya Infrastruktur
Jakarta - Buruknya infrastruktur di Indonesia dinilai bisa menjadi ancaman terjadinya capital outflow. Meski saat ini arus modal asing masuk besar-besaran, buruknya infrastruktur bisa membuat asing melakukan penarikan dana besar-besaran.

"Derasnya uang masuk, apa bisa berkelanjutan? Dalam 3 tahun ke depan, investor akan lihat infrastruktur," ujar Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia, Michael Tjoajadi di sela-sela acara Exploring Investment Outlook Indonesia 2009-2014 Deloitte Indonesia, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Menurutnya, pasar modal Indonesia memang terus melaju hingga berada di level 3.500 dan terus menerus menyentuh rekor terbaru. Banyak pebisnis percaya bahwa hingga tahun depan, pasar modal Indonesia berada di tingkat yang aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Michael, jika hari ini sektor infrastruktur masih menjadi masalah utama dalam pembangunan ekonomi, investasi asing tersebut diperkirakan akan sulit bertahan lama di Indonesia, sehingga menimbulkan fenomena hot money yang kerap terjadi.

"Inilah yang menjadi kekhawatiran," ujar Michael.

Buruknya kondisi infrastruktur di Indonesia, khususnya daerah terpencil, menjadikan perkembangan ekonomi akan terhenti. "Pilihannya continue atau keluar. Persoalannya adalah How to develop of infractructure?" tegasnya.

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengejar masuknya investasi asing ke Indonesia. Pasalnya, dua negara besar yang termasuk dalam emerging market, China dan India tengah berada di titik jenuh. Sementara selaku pemilik modal, investor tetap harus melakukan investasi.

"Perspektif investor ke capital market, disaat dana sudah offer di China dan India. Maka mereka lihat Indonesia, dan lebih baik dari Vietnam. Harapan ini harus di-deliver," imbuhnya.

 

 
(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads