Demikian disampaikan Presiden Direktur Summit Oto Finance Djohan Marzuki dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
Ia mengatakan, dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor roda dua. Tahun ini, kata Djohan, perseroan menargetkan dapat membiayai kredit motor sebanyak 850 ribu unit dengan nilai sebesar Rp 10,3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya, kita akan fokus pada jaringan2 daerah terpencil dan sesuai dengan kebutuhan pasar," ujarnya.
Perusahaan menunjuk tiga perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi yaitu, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. Sementara PT Bank Mandiri (BMRI) sebagai wali amanat dan penjamin, serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai agen pembayaran.
Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan pada 28 September-12 Oktober 2010. Pernyataan efektif dari Bapepam-LK diharapkan diperoleh pada 19 oktober 2010. Masa penawaran akan dilakukan pada 21-25 Oktober dan pendistribusian obligasi direncanakan pada 28 Oktober 2010. Pencatatan (listing) obligasi Summit Oto Finance IV akan dilakukan pada 29 Oktober 2010.
Hingga akhir Mei, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 4,213 triliun. Pendapatan Mei 2010 mencapai Rp 1,162 triliun, tumbuh 26,2% dibanding Rp 921 miliar pada Mei 2009. Laba bersih yang diperoleh di periode tersebut sebesar Rp 203 miliar, naik 37,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 220 miliar.
Di tempat yang sama Direktur PT DBS Vickers Securities Indonesia Rudi Budiarjo mengatakan, untuk obligasi seri A tenor 370 hari indikasi kupon bunga mengacu pada suku bunga Fix Rate (FR) 25 plus 100-140 basis poin (bsp) sebesar 7,33-7,73%, seri B tenor 24 bulan FR23 plus 110-180 bsp sebesar 7,84-8,54%.
Seri C tenor 36 bulan FR20 plus 125-250 bsp sebesar 8,39-9,64%. Sedangkan, untuk obligasi seri D bertenor 48 bulan, indikasi kupon bunga mengacu pada FR51 dan FR27 plus 150-270 bsp sebesar 8,82-10,02%.
"Pembayaran kupon bunga ini akan dilakukan setiap tiga bulan," ujarnya.
(dro/qom)










































