Demikian disampaikan Chatib Basri, Direktur Eksekutif Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-FEUI) kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (29/9/2010).
"Suplai meningkat tidak ada persoalan. Permintaan tinggi tapi nggak ada IPO tentu yang diperdagangkan itu-itu saja. Dan bisa saja terjadi peningkatan harga," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asal pemerintah tetap dengan porsi 51% nggak apa-apa. Bahkan leverage IPO BUMN bisa mencapai Rp 100 triliun," tambahnya.
Memang pemerintah melalui Kementerian BUMN telah berjanji akan ada 10 perusahaan merah yang melakukan IPO di tahun 2011.
Selain IPO BUMN-BUMN di sektor perkebunan, yang menjadi fokus pemerintah lain adalah sektor pelayanan dan jasa seperti PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, lalu Pelindo II, dan Pelindo IV.
Juga ada Perum Pegadaian juga sudah pantas untuk IPO namun harus segera diurus status perusahaannya menjadi perseroan. "Ini langkah yang bagus. Apalagi dengan insentif pajak. Lagi pula pengolaan (BUMN) juga akan lebih transparan," ungkapnya.
Ke depan, jika semakin banyak aset yang diperdagangkan di pasar modal, bisa berlanjut ke investasi sektor riil.
(wep/dnl)











































