"Obligasinya sekitar Rp 2 triliun. Nanti ada juga sekuritisasi aset sebanyak Rp 1 triliun," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
Iqbal mengatakan, total kebutuhan dana yang berniat diraup BTN tahun depan sebanyak Rp 3 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk ekspansi kredit perseroan tahun 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal memperkirakan, obligasi senilai Rp 2 triliun tersebut bisa diluncurkan pada awal atau pertengahan tahun 2011. Saat ini, waktu penerbitan yang pasti sedang dimatangkan oleh BTN.
Tambahan modal tersebut dibutuhkan perseroan untuk menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang sudah mulai berkurang sejak BTN melangsungkan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).
"Sesudah IPO kan CAR kita jadi 22 persen, sekarang ini sudah di 18 persen. Kalau ketinggian memang enggak bagus, tapi kalau terlalu rendah juga enggak bisa," jelasnya.
Ia menargetkan, dengan penyaluran kredit yang diharapkan bisa tumbuh 30 persen, perseroan akan menjaga posisi CAR di posisi 14 persen hingga akhir tahun ini.
Â
Â
(ang/dro)











































