"Kami sih ingin damai. Dan kami percaya mereka juga memiliki keinginan itu," ungkap Direktur Utama RINA, Fazli bin Zainal Abidin kepada detikFinance di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (29/9/2010) malam.
Dirinya mengakui bahwa manajemen mempunyai perselisihan dengan pekerja Katarina, mulai dari kewajiban pembayaran remunerasi hingga THR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bermasalah di human resources dan kami perbaiki itu. Tanpa karyawan tak ada bisnis," tegas Fazli.
Seperti diketahui, FKPK berulang-ulang memberi peringatan kepada manajemen RINA untuk menyelesaikan kewajiban kepada karyawan. Jika tidak FKPK akan ambil alih dengan berbagai opsi, mulai dari kudeta kepemilikan saham ataupun mendorong investor baru ambil alih Katarina.
"Kalau tidak ada kejelasan manajemen, FKPK akan mengambil alih Katarina," tegas Sekretaris FKPK, Marincan Rajagukguk waktu itu.
Terkait keberatan FKPK atas manajemen RINA yang seluruhnya diisi oleh Warga Negara Malaysia, Fazli pun berjanji akan merombaknya dan memberikan beberapa pos direksi kepada WNI.
"Kita akan ubah komposisi kepakaran human resources dengan orang Indonesia. Namun kita harus penuhi ketentuan, melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Direktur Penilian Perusahaan BEI, Eddy Sugito juga mempertanyakan kenapa bisa manajeman RINA tidak kompak dan berjalan sendiri-sendiri. "Mereka yang mengusulkan, artinya sempat dilontarkan dulu oleh beliau (Fazli). Silahkan saja asal terpenuhi dan kalau lokal itu lebih prefer," ucapnya.
"Kita sempat mempertanyakan kenapa bisa mrotoli begitu," tegas Eddy.
(wep/dro)











































