Demikian disampaikan perseroan dalam paparan publik dan due dilligence di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (30/9/2010).
Obligasi Rp 1,5 triliun yang perseroan terbitkan rencananya terbagi dalam lima seri. Kelima seri obligasi tersebut adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Seri A berjangka waktu 18 bulan, dengan bunga mengacu kepada Surat Utang Negara (SUN) seri FR0023 dan FR0025 ditambah 75-150 bps, dengan kisaran kupon 7,1-7,86%.
- Seri B berjangka waktu 24 bulan, dengan bunga mengacu pada SUN FR0023 plus 75-170 bps, dengan kisaran kupon 7,47-8,42%.
- Seri C berjangka waktu 30 bulan, dengan bunga mengacu pada SUN seri FR0023 dan FR0020 plus 100-200 bps, dengan kisaran kupon 7,87-8,87%.
- Seri D berjangka waktu 36 bulan, dengan bunga mengacu pada SUN seri FR0020 ditambah 100-225 bps, dengan kisaran kupon 8,02-9,27%.
- Seri E berjangka waktu 48 bulan, dengan bunga mengacu pada SUN seri FR0051 ditambah 125-250 bps, dengan kisaran kupon 8,45-9,7%.
Perseroan telah menunjuk PT Danarekasa Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities selaku penjamin emisi atas obligasi ini. Peringkat obligasi Adira yang baru ini adalah idAA, dengan outlook stabil dari PT Pefindo. Obligasi ini akan masuk sebagai jaminan fidusia berupa piutang lancar dengan dengan nilai jaminan fidusia sebesar 605 dari nilai pokok obligasi terutang.
Dana hasil penerbitan obligasi akan dipergunakan untuk pembiayaan motor dan mobil. Saat ini pertumbuhan pembiayaan sedang melaju, seiring penjualan kendaraan nasional. Saat ini porsi pembiayaan roda dua perseroan mencapai 70% dan sisanya mobil 30%.
Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 21,59% di semester I-2010, menjadi Rp 710,617 miliar dari sebelumnya Rp 584,428 miliar. Meski pendapatan turun tipis 3,09% menjadi Rp 1,783 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,84 triliun.
(wep/dnl)











































