Menurut Presiden Direktur IMAS, Gunadi Sindhuwinata, total utang anak usaha perseroan sebesar Rp 339,758 miliar. Ini terdiri dari PT IMG Sejahtera Langgeng Rp 294,302 miliar, PT Unicor Prima Motor Rp 33,136 miliar, PT Wahana Inti Central Mobilindo Rp 11,079 miliar, dan PT National Assemblers Rp 1,240 miliar.
Sementara IMAS pun memiliki utang kepada TIP sebesar Rp 40,241 miliar, hingga jumlah beban utang perseroan Rp 380 miliar. Jumlah inilah yang akan konversi (debt to equity conversion). "Setelah pengambilalihan, perseroan memiliki utang Rp 380 miliar, termasuk utang perseroan yang outstanding sebelum pengambilalihan terjadi," ungkap Gunadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (1/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh utang kepada TIP per 30 November 2010 akan dikonversi menjadi modal perseroan, sehingga setelah konversi ini utang kami kepada TIP menjadi nihil," kata Gunadi.
Perseroan dan anak usaha juga memiliki utang jangka pendek yang akan jatuh tempo pada akhir 2010. Totalnya mencapai Rp 555,409 miliar. Tingkat bunga utang berkisar antara 4,25-13,75%. Sedangkan jumlah utang jangka pendek yang akan jatuh tempo pada 2011 adalah sebesar Rp 866,291 miliar dengan kisaran bunga sebesar 4,31-13,75%. Sehingga total utang jangka pendek 2010-2011 IMAS mencapai Rp 1,422 triliun.
Gunadi menginformasikan, IMAS telah memberi mandat kepada Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja untuk melakukan audit laporan keuangan perseroan dan anak usaha periode 31 Juli 2010. Audit penilaian harga wajar atas saham juga tengah dilakukan oleh konsultan hukum Hutabarat & rekan, menunjuk Jennywati, Kusnanto & Rekan.
"Bila segala persiapan yang dilakukan lancar, kami bermaksud menyelenggarakan RUPSLB 26 November 2010. Kami akan menyampaikan informasi penyelenggaraan agenda RUPSLB kepada Bursa pada 20 Oktober 2010," ujarnya.
Â
Â
(wep/dro)











































