Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.501,199 dan kemudian berbalik arah menguat ke level 3.533,888, naik 32 poin dari penutupan kemarin di level 3.501,296.
Investor masih terus memburu saham-saham unggulan di berbagai sektor meskipun daya beli tidak terlalu kuat. Data inflasi September 2010 tercatat sebesar 0,44%. Inflasi tahun kalender periode Januari - September 2010 tercatat sebesar 5,28%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor tampaknya belum bereaksi apa pun terhadap data ini. Kemungkinan reaksi akan dilakukan pada perdagangan sesi II nanti. IHSG berpeluang mencetak rekor tertinggi baru.
Transaksi investor asing juga hanya mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 22,121 miliar.
Pada penutupan perdagangan sesi I Jumat, (1/10/2010), IHSG ditutup menguat 25,247 poin (0,72%) ke level 3.526,543. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 4,510 poin (0,69%) ke level 656,439.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 55.584 kali pada volume 2,155 miliar lembar saham senilai Rp 1,918 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 66 saham turun dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia bergerak variatif pagi ini:
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 1,53 poin (0,02%) ke level 9.367,82.
- Indeks Strait Times naik tipis 12,85 poin (0,41%) ke level 3.110,48.
- Indeks KOSPI melemah tipis 0,82 poin (0,04%) ke level 1.872,00.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.500 ke Rp 58.200, Mandom (TCID) naik Rp 700 ke Rp 8.100, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 550 ke Rp 7.950.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 51.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 21.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 300 ke Rp 6.900, BTPN turun Rp 200 ke Rp 12.000.
Â
Â
(dro/qom)











































