Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.501,199 dan kemudian berbalik arah menguat ke level 3.550,035, naik 49 poin dari penutupan kemarin di level 3.501,296.
Tren penguatan IHSG sepertinya tak kunjung surut, meskipun analis sudah berkali-kali mewanti-wanti kalau IHSG sudah terlalu tinggi. Konsensus analis mengindikasikan kalau harga-harga saham sudah terlalu mahal dan sudah mencapai kondisi kelebihan beli (overbought).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, IHSG malah menguat semakin tajam dan mencetak rekor tertinggi baru hari ini di level 3.547. Tak hanya saham unggulan, saham-saham lapis dua pun menjadi buruan investor. Saham grup Bakrie dan Lippo menguasai perdagangan hari ini.
Transaksi investor asing hanya mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 10,291 miliar.
Pada penutupan perdagangan Jumat, (1/10/2010), IHSG ditutup menguat tajam 45,819 poin (1,30%) ke level 3.547,115. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 9,717 poin (1,49%) ke level 661,646.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 124.887 kali pada volume 6,662 miliar lembar saham senilai Rp 5,007 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 68 saham turun dan 67 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi penguatan:
- Indeks Nikkei 225 naik 34,88 poin (0,37%) ke level 9.404,23.
- Indeks Strait Times melesat 32,28 poin (1,04%) ke level 3.129,91.
- Indeks KOSPI naik tipis 3,92 poin (0,21%) ke level 1.876,73.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.900 ke Rp 59.600, Mandom (TCID) naik Rp 700 ke Rp 8.100, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 21.200, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 18.850.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain BTPN turun Rp 500 ke Rp 11.700, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 350 ke Rp 6.850, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 21.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 51.400.
Â
Â
(dro/qom)











































