Stock Split BRI Baru Bisa Dilakukan 2011

Stock Split BRI Baru Bisa Dilakukan 2011

- detikFinance
Senin, 04 Okt 2010 16:01 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) baru akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) pada tahun 2011 mendatang. Mundur dari rencana awal di 2010 ini.

"Eksekusi stock split tidak akan tahun ini, mungkin tahun depan," ujar Direktur Keaungan dan Internasional BRI, Achmad Baiquni, di Kantornya Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (04/10/2010).

Achmad mengatakan, perseroan belum memutuskan rasio stock split. Hingga saat ini rasio stock split masih terus dilakukan pendalaman. "Kalau rasio belum, masih dikaji," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, BRI menginginkan harga saham perseroan usai pemecahan nilai saham  berada di level Rp 3.000-5.000. Kepastian rasio stock split akan ditentukan kemudian.

Pada bagian lain Achmad mengatakan BRI akan menggunakan dana internal untuk mengakuisisi PT Bank Bukopin (Bukopin). Dana Internal tersebut dapat berasal dari laba yang ditahan.

"Kita menggunakan dana internal, kita kan punya laba yang ditahan, tidak dibagikan," jelasnya.

Tetapi dirinya belum menentukan besaran dana untuk mewujudkan aksi korporasi tersebut. Hingga saat ini jumlah tersebut masih terus dalam perhitungan.

Untuk akuisisi lainnya, Achmad menjelaskan pihaknya juga belum melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai rencana akuisisi PT Bank Agroniaga meski telah mendapatkan restu dari pemerintah.

Achmad mengaku, masih terlalu awal untuk membicarakan aksi korporasi tersebut. BRI juga belum memutuskan untuk masuk melalui akuisisi atau pun rights issue.

"Belum ada pembicaraan dengan manajemen, kita baru mengutarakan niat. Kita menyatakan minat kalau mau akuisisi. Terlalu awal kalau kita mengatakan itu kalau kita mengakuisisi, itu baru pemikiran saja," tukasnya.

Bidik Komisi Rp 18,3 Miliar dari Remitansi

Selain itu BRI menargetkan pendapatan non bunga (fee based income) dari bisnis jasa pengiriman uang atau remitansi pada tahun 2010 sebesar Rp 18,3 miliar.

"Target fee based dari bisnis remitansi adalah sebesar Rp 18,3 miliar di tahun 2010," ungkap Baiquni.

Achmad mengatakan, selama tahun 2008 fee based income dari bisnis remitansi hanya sebesar Rp 5,6 miliar dan pada tahun lalu sebanyak Rp 14,1 miliar.

Lebih lanjut Achmad menjelaskan, pada tahun 2010 pertumbuhan fee based income BRI untuk transaksi trade finance ditargetkan mencapai 11%. "Atau sekitar Rp 150 miliar, karena pada tahun sebelumnya hanya Rp 134 miliar di 2009," tuturnya.

Achmad menambahkan, hingga akhir Juni tahun 2010, fee based Income BRI dari hasil trade finance telah mencapai sekitar Rp 97 miliar."Kontribusi terbesarnya dari transaksi ekspor senilai US$ 854,5 juta. Angka Rp 97 miliar tersebut mengalami kenaikan sekitar 37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya. (dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads