Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.547,310 dan melanjutkan penguatan ke level 3.594,367, naik 47 poin dari penutupan kemarin di level 3.594,367.
Aksi beli masih mendomninasi pasar, khususnya di awal perdagangan yang berhasil mengangkat IHSG naik cukup tinggi hingga mendekati level 3.600. Sayangnya, saham-saham sektor komoditas perkebunan dan pertambangan kemudian diterpa aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) cukup besar senilai Rp 532,822 miliar.
Pada penutupan perdagangan Senin, (4/10/2010), IHSG ditutup menguat 22,383 poin (0,63%) ke level 3.569,498. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 5,359 poin (0,80%) ke level 667,005.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 172.810 kali pada volume 6,960 miliar lembar saham senilai Rp 5,787 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 115 saham turun dan 73 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi penguatan:
- Indeks Hang Seng melesat 260,49 poin (1,17%) ke level 22.618,66.
- Indeks Nikkei 225 turun 23,17 poin (0,25%) ke level 9.381,06.
- Indeks Strait Times naik 27,35 poin (0,87%) ke level 3.157,96.
- Indeks KOSPI menguat 2,56 poin (0,14%) ke level 1.879,29.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Inovisi (INVS) naik Rp 700 ke Rp 4.950, United Tractors (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 21.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 52.000.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 450 ke Rp 10.000, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 11.050, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 20.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 41.400.
Â
Â
(dro/qom)











































