Saham-saham sektor komoditas memimpin penurunan seiring penguatan dolar AS. Mata uang tersebut menguat karena investor mulai beralih dari euro karena meningkatnya kembali kekhawatiran seputar masalah utang Eropa. Euro tercatat melemah 0,8% atas dolar AS.
Pada perdagangan Senin (4/10/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 78,41 poin (0,72%) ke level 10.751,27. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 9,21 poin (0,80%) ke level 1.137,03 dan Nasdaq melemah 26,23 poin (1,11%) ke level 2.344,52.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda mungkin memiliki sedikit elemen profit taking yang kemungkinan dipercepat dengan data-data yang mengecewakan pagi ini," ujar Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/10/2010).
Penjualan rumah yang tertunda di AS mengindikasikan pasar perumahan mulai stabil pada tingkat yang sangat rendah pada Agustus. Sementara permintaan baru pabrikan di AS turun 0,5% pada Agustus, sedikit lebih tinggi dari proyeksi.
Saham Microsoft Corp menjadi penyeret utama pelemahan Dow Jones dan Nasdaq 100 setelah mengalami penurunan 1,9%. Hal itu terjadi setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat produsen software itu akibat melambatnya pemulihan penjualan PC dan kompetisi dengan komputer tablet yang tidak memasukkan software Windows.
Saham lain yang menyeret Dow Jones ke teritori negatif adalah American Express yang melorot hingga 6,5%. Saham Amex anjlok setelah Departemen Hukum AS menilai perusahaan tersebug melanggar UU persaingan berkaitan dengan peraturan penerimaan kartu kredit.
Penguatan dolar AS juga memberikan tekanan pada saham-saham komoditas. Saham industri material tercatat melemah seperti US Steel Corp turun 2,7% dan Alcoa turun 2,5%.
(qom/qom)











































