Microsoft dan Amex Seret Dow Jones

Microsoft dan Amex Seret Dow Jones

- detikFinance
Selasa, 05 Okt 2010 07:18 WIB
Microsoft dan Amex Seret Dow Jones
New York - Indeks saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif seiring profit taking setelah kenaikan tajam sebelumnya. Indeks saham melemah dalam volume transaksi yang super minim.

Saham-saham sektor komoditas memimpin penurunan seiring penguatan dolar AS. Mata uang tersebut menguat karena investor mulai beralih dari euro karena meningkatnya kembali kekhawatiran seputar masalah utang Eropa. Euro tercatat melemah 0,8% atas dolar AS.

Pada perdagangan Senin (4/10/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 78,41 poin (0,72%) ke level 10.751,27. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 9,21 poin (0,80%) ke level 1.137,03 dan Nasdaq melemah 26,23 poin (1,11%) ke level 2.344,52.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volume perdagangan di New York Stock Exchange sangat tipis yakni hanya 6,84 miliar lembar saham, di bawah rata-rata volume transaksi dalam 20 hari terakhir sebanyak 7,23 miliar dan rata-rata tahun lalu yang sebanyak 9,65 miliar.

"Anda mungkin memiliki sedikit elemen profit taking yang kemungkinan dipercepat dengan data-data yang mengecewakan pagi ini," ujar Mark Luschini, chief investment strategist Janney Montgomery Scott seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/10/2010).

Penjualan rumah yang tertunda di AS mengindikasikan pasar perumahan mulai stabil pada tingkat yang sangat rendah pada Agustus. Sementara permintaan baru pabrikan di AS turun 0,5% pada Agustus, sedikit lebih tinggi dari proyeksi.

Saham Microsoft Corp menjadi penyeret utama pelemahan Dow Jones dan Nasdaq 100 setelah mengalami penurunan 1,9%. Hal itu terjadi setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat produsen software itu akibat melambatnya pemulihan penjualan PC dan kompetisi dengan komputer tablet yang tidak memasukkan software Windows.

Saham lain yang menyeret Dow Jones ke teritori negatif adalah American Express yang melorot hingga 6,5%. Saham Amex anjlok setelah Departemen Hukum AS menilai perusahaan tersebug melanggar UU persaingan berkaitan dengan peraturan penerimaan kartu kredit.

Penguatan dolar AS juga memberikan tekanan pada saham-saham komoditas. Saham industri material tercatat melemah seperti US Steel Corp turun 2,7% dan Alcoa turun 2,5%.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads