Martha Tilaar Siap 'Jual' Martina Berto di Lantai Bursa

Martha Tilaar Siap 'Jual' Martina Berto di Lantai Bursa

- detikFinance
Rabu, 06 Okt 2010 11:34 WIB
Martha Tilaar Siap Jual Martina Berto di Lantai Bursa
Jakarta - Pengusaha produk kecantikan Martha Tilaar berencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO/Initial Public Offering) perusahaannya yaitu PT Martina Berto. Produsen produk Sari Ayu ini akan mengikuti jejak Mustika Ratu yang sudah lebih dulu melantai.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengungkapkan, PT Martina Berto berencana untuk melepaskan 34% sahamnya ke bursa di tahun ini. Namun Eddy belum bisa memastikan berapa target dana IPO yang diincar perusahaan tersebut.

"PT Martina Berto, pengelola produk kecantikan Martha Tilaar akan melepas 34% sahamnya ke publik," jelas Eddy singkat saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini telah ada 3 perusahaan produk kecantikan yang sahamnya tercatat di bursa. Mereka adalah PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), PT Mandom Indonesia Tbk (TCID), dan PT Sara Lee Body Care Tbk (PROD) yang akhirnya diakuisisi oleh Unilever.

Selain Martha Tilaar, di tahun ini juga ada beberapa perusahaan yang antre masuk bursa. Mereka adalah  PT Multifilling Mitra Indonesia, anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) siap melego 30% saham mereka pada saat pencatatan saham perdana (IPO) pada akhir tahun 2010. Total nilai yang akan didapat sekitar Rp 50 miliar.

Sebagai penjamin emisi atas IPO ini, Multifilling telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Trimegah Securities Tbk.

Calon emiten lainnya adalah PT Megapolitan Development, saham yang dilepas sekitar 25%. Penjamin emisi atas IPO Megapolitan adalah PT Henan Putihrai Securities, sedangkan untuk Martina Berto, PT Trimegah Securities Tbk.

Lalu PT Bank Shinta Indonesia (PT Bank Sinarmas) siap melakukan aksi korporasi. Bank milik Grup Sinarmas ini berencana melakukan IPO."Bank Sinarmas (Bank Shinta Indonesia) juga merencanakan bisa IPO pada tahun ini," papar Eddy.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads