"Itu pasti dong, Jamsostek siap membeli kedua saham bank-bank tersebut melalui rights issue-nya," ujar Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga ketika ditemui disela diskusi mengenai pengawasan perbankan di Hotel Nikko, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (06/10/2010).
Namun, Hotbonar mengakui hingga kini masih melakukan kajian untuk menentukan berapa jumlah lembar saham yang akan diserapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui BNI dan Mandiri akan melakukan rights issue setelah direstui oleh pemerintah dan DPR. BNI merencanakan untuk menggelar rights issue maksimal sebesar Rp 10 triliun dan Bank Mandiri sebesar Rp 14 triliun.
Batal Akuisisi Bukopin Jamsostek Legowo
Pada bagian lain, Hotbonar mengatakan Jamsostek legowo terkait batalnya rencana perseroan untuk melakukan akusisi saham PT Bank Bukopin Tbk.
"Kami ambil hikmahnya saja, dan memang diharapkan Bukopin juga sama-sama bisa legowo," kata Hotbonar.
Menurutnya, kerjasama dengan bank Bukopin tetap akan direalisasikan. "Seperti penempatan deposito, lalu cash management, karena di beberapa cabang kami sudah ada kantor kas Bukopin. Jadi tetap kami tingkatkan," tuturnya.
Batalnya rencana akuisisi, lanjut Hotbonar, akan diganti dengan rencana lain yakni melakukan kerjasama dengan bank-bank namun tidak untuk mengambil sahamnya.
"Misalnya dengan melakukan Co-Branding dengan BNI intinya tidak equity participation," jelasnya.
(dru/ang)











































