Di awal perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Kamis (7/10/2010), saham ICBP langsung berada di posisi Rp 6000 atau naik Rp 605 dari harga bentukan sebelumnya Rp 5.395 per saham.
Sayangnya, penguatan saham ini tidak berlanjut dan tertahan di level Rp 6.000 lantaran IHSG tengah dalam tekanan jual usai rally panjang 9 hari berturut-turut. Malah, posisi harga ICBP di level Rp 6.000 kini sudah berada dalam posisi jual. Jika tidak diangkat, saham ICBP bisa ditutup di bawah level pembukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana IPO rencananya akan digunakan untuk melunasi utang, terutama utang perseroan kepada induknya INDF sebesar 70%. Sisanya digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan sebesar 30%.
Bertindak sebagai penjamin emisi IPO adalah PT Kim Eng Securities, PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.
ICBP menjadi tamu ke-14 Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 setelah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Golden Retailindo Tbk (GOLD), PT SkyBee Tbk (SKYB), PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Â
Â
(dro/dro)











































