Data Pengangguran Hadang Wall Street

Data Pengangguran Hadang Wall Street

- detikFinance
Jumat, 08 Okt 2010 07:17 WIB
Data Pengangguran Hadang Wall Street
New York - Bursa Wall Street ditutup mixed menjelang keluarnya data sektor tenaga kerja AS. Saham-saham komoditas terutama pertambangan mengalami koreksi seiring turunnya harga emas dari titik tertingginya.

Mengawali perdagangan, saham-saham bergerak positif namun selanjutnya sebagian berbalik arah karena optimisme investor soal data tenaga kerja yang membaik memudar.

Pada perdagangan Kamis (7/10/2010), indeks Dow Jones melemah tipis 19,07 poin (0,17%) ke level 10.948,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 1,91 poin (0,16%) ke level 1.158,06 dan Nasdaq menguat tipis 3,01 poin (0,13%) ke level 2.383,67.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim manfaat baru untuk pengangguran pada pekan lalu turun lebih dari 2% menjadi 445.000, sementara proyeksi analis adalah adanya kenaikan. Data pekan sebelumnya direvisi dari 453.000 menjadi 456.000.

Namun reaksi pasar masih tetap berhati-hati karena para pialang masih menunggu laporan angka pengangguran, yang akan menjadi indikator arah perekonomian AS. Investor memperkirakan angkanya akan stagnan, namun data itu akan memiliki implikasi yang besar pada kebijakan Bank Sentral AS untuk mendorong lagi perekonomian AS.

"Saya kira pasar akan mengapresiasi angka yang sedikit lebih baik, namun masih memperbolehkan The Fed untuk masuk," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/10/2010).

Sektor material menjadi sektor paling besar yang menyeret S&P 500 ke teritori negatif, menyusul turunnya harga emas dari titik tertinggi dan harga emas yang turun hingga 2%. Indeks Sektor Sumber Daya Alam S&P melemah 0,9%. Saham Newmont Mining tercatat turun 2,6%, Freeport-McMoRan turun 2,4%.

Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,11 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 9,65 miliar lembar saham.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads