Pada penutupan perdagangan Kamis (7/10/2010), IHSG 'hanya' turun 17,218 poin (0,48%) ke level 3.586,186. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 4,151 poin (0,62%) ke level 668,897.
Pergerakan IHSG yang fluktuatif masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini. Analis memperkirakan peluang IHSG untuk menguat lagi pada perdagangan Jumat (8/10/2010) masih ada, namun juga sangat rentan akan profit taking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Wall Street ditutup mixed menjelang keluarnya data sektor tenaga kerja AS. Saham-saham komoditas terutama pertambangan mengalami koreksi seiring turunnya harga emas dari titik tertingginya.
Pada perdagangan Kamis (7/10/2010), indeks Dow Jones melemah tipis 19,07 poin (0,17%) ke level 10.948,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 1,91 poin (0,16%) ke level 1.158,06 dan Nasdaq menguat tipis 3,01 poin (0,13%) ke level 2.383,67.
Bursa Jepang juga dibuka langsung mengalami koreksi tipis. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat ini dengan penurunan tipis 9,22 poin (0,10%) ke level 9.675,59.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
Volatilitas diperkirakan masih akan tinggi mengingat sebagian saham unggulan masih belum berhasil menembus resistennya, meskipun demikian asing masih membukukan pembelian bersih. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,540-3,620 dengan INDF dan INTP sebagai saham pilihan.
Finan Corpindo Nusa:
Setelah sempat terkoreksi tajam IHSG akhirnya ditutup melemah tipis di sempat terkoreksi di awal perdagangan akibat aksi jual saham-saham unggulan meskipun asing masih membukukan net buying. Saham ICBP yang listing perdana juga menyebabkan dana investor teralih. Untuk Jumat IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 3.545 dan resistance 3.620. Terdapat peluang penguatan namun tetap waspadai aksi profit taking.
eTrading Securities:
IHSG ditutup melemah 17 poin atau -0.5% ke level 3,586.18 pada perdagangan kemarin (07/10/2010). Saham-saham blue chip menjadi salah satu penggerak dalam penurunan indeks kemarin dengan saham-saham seperti ASII, TLKM, INDF dan BUMI. Pada penutupan perdagangan kemarin asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 224 miliar dengan sektor food and beverages sebagai pilihan utama. Kami perkirakan indeks berpeluang bergerak pada kisaran 3510 – 3,630 dengan saham pilihan ICBP dan SMRA.
(qom/qom)










































