IHSG dibuka turun tipis ke level 3.585,895 dan kemudian melanjutkan pelemahan ke level 3.551,101, merosot 35 poin dari penutupan kemarin di level 3.586,186.
Sejak awal perdagangan, IHSG terjebak dalam tekanan jual dan terkoreksi cukup dalam. Aksi jual terjadi pada sebagian besar saham-saham unggulan, terutama saham-saham raksasa sektor perbankan yang memicu penurunan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan tampak didominasi oleh saham-saham lapis dua dan tiga. Itu terlihat dari rasio penurunan indeks LQ45 yang lebih besar ketimbang rasio penurunan IHSG.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (8/10/2010), IHSG turun 25,845 poin (0,72%) ke level 3.560,341. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 7,079 poin (1,05%) ke level 661,818.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 65.846 kali pada volume 2,805 miliar lembar saham senilai Rp 2,266 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 89 saham turun dan 63 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 244,407 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak mixed:
- Indeks Hang Seng naik 173,18 poin (0,75%) ke level 23.056,50. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 33,89 poin (0,35%) ke level 9.651,56. Â
- Indeks Straits Times turun tipis 0,35 poin (0,01%) ke level 3.165,80. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya TOTO naik Rp 5.950 ke Rp 35.700, Indospring (INDS) naik Rp 1.150 ke Rp 7.250, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 20.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 5.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.300 ke Rp 57.150, United Tractors (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 20.500, BFI Finance (BFIN) turun Rp 475 ke Rp 3.450, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 ke Rp 6.750.
Â
Â
(dro/qom)











































