"Kami dapat standby loan Rp 4 triliun dari dua bank, itu untuk capex, merger atau akuisisi pada tahun depan," ungkap Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (8/10/2010)
Ia mengatakan, BRI akan memberikan pinjaman sebanyak Rp 3 triliun, sementara BNI sebanyak Rp 1 triliun. Rencananya, penandatanganan pinjaman akan dilakukan pada 13 Oktober 2010 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atau sekitar 8,35 persen," jelasnya
Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan, rencana konsolidasi unit usaha perseroan, Telkom Flexi dengan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan mendatangkan dana segar bagi perusahaan pelat merah tersebut.
Ia memastikan, dalam kerjasama tersebut nantinya Telkom tidak akan mengeluarkan dana sedikit pun. Saat ini, pembahasan kerjasama tersebut masih berlangsung, sehingga ia belum bisa memprediksi jumlah dana yang bisa diraup nanti.
"Masih dibahas kan, saya belum bisa cerita banyak," imbuhnya.
(ang/dro)











































