Indofood Klarifikasi Kabar Kandungan Berbahaya

Indofood Klarifikasi Kabar Kandungan Berbahaya

- detikFinance
Senin, 11 Okt 2010 11:15 WIB
Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selaku produsen Indomie menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.

"Sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, mengenai kandungan bahan pengawetΒ  E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh Perseroan ke Taiwan telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan," jelas Taufik Wiraatmadja, Direktur ICBP dalam siaran persnya, Senin (11/10/2010).
Β 
ICBP juga berkeyakinan, pemberitaan mengenai mie instan yang muncul di media massa Taiwan, bukanlah merupakan produk mi instan ICBP yang ditujukan untuk pasar Taiwan.
Β 
ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia selama lebih dari 20 tahun. Perseroan senantiasa berupaya memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keselamatan makanan yang berlaku di berbagai negara dimana produk mi instannya dipasarkan.
Β 
"ICBP menekankan bahwa produk Perseroan telah sepenuhnya memenuhiΒ  panduan dan peraturan yang berlaku secara global, yang ditetapkan oleh CODEX Alimentarius Commission, sebuah badan internasional yang mengatur standar makanan. Terkait pemberitaan ini, saat ini kami tengah meninjau situasi di Taiwan, dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan konsumen kami di Taiwan dan di berbagai negara lainnya ", katanya.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMII) Franky Sibarani sebelumnya mengatakan, produk Indomie di Taiwan itu tidak diekspor oleh produsennya langsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi itu tidak semuanya benar, sudah kita klarifikasi ke produsennya bahwa mie instan yang dikirim dari Indonesia ke Taiwan bukan dikirim oleh produsen secara resmi tapi melalui eksportir yang ke Taiwan. Pada masa pengiriman bisa saja terjadi kontaminasi," jelas Franky.

Akibat rumor tersebut, Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang memegang merek dagang Indomie langsung memerah cukup dalam pagi ini lantaran isu adanya bahan pengawet berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

Saham ICBP dibuka turun Rp 100 ke Rp 5.600 dari penutupan pekan kemarin Rp 5.700 per saham. Penurunan malah sempat menyentuh level Rp 5.200, turun 8,77% dan sempat bergerak di bawah harga IPO di Rp 5.395 per saham.

ICBP merupakan perusahaan yang memegang langsung merek dagang Indomie, sehingga wajar kalau saham ini menurun cukup dalam pagi ini. Senada dengan itu, saham INDF dibuka stagnan di level Rp 5.100 dan sempat turun Rp 300 (5,88%) ke level Rp 4.800 per saham.

Namun sekitar pukul 11.00 waktu JATS, kedua saham itu sudah membaik, harga INDF sudah bertengger di Rp 4.875 (-4,41%), sedangkan ICBP sedikit membaik bertengger di level Rp 5.550 (-2,63%).

(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads