IHSG dibuka naik tipis ke level 3.547,722 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.575,239, naik 29 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 3.546,954.
Pada awal perdagangan, IHSG melesat cukup tinggi mengikuti tren penguatan bursa-bursa regional Asia yang didominasi penguatan. Rupanya penguatan IHSG tak bertahan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia produk Indomie di Taiwan disusul penyetopan penjualan Indomie di Hong Kong membuat investor memutuskan melakukan aksi jual. Apalagi, Macquarie dan JP Morgan langsung memangkas target harga INDF menjadi Rp 4.800 per saham dan Rp 4.650 per saham karena kasus ini.
Koreksi saham INDF dan ICBP yang dilakukan investor asing secara massal memicu aksi jual pada sejumlah saham unggulan lainnya. Indeks saham sektoral bergerak mixed. Penguatan tertinggi terjadi pada saham-saham sektor agrikultur.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (11/10/2010), IHSG naik 8,377 poin (0,23%) ke level 3.555,331. Sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 1,928 poin (0,29%) ke level 661,333.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 82.325 kali pada volume 3,510 miliar lembar saham senilai Rp 3,284 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 83 saham turun dan 68 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 511 juta.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:
- Indeks Shanghai naik 66,86 poin (2,44%) ke level 2.805,61.
- Indeks Hang Seng naik 282,93 poin (1,23%) ke level 23.227,11.
- Indeks Straits Times naik tipis 9,75 poin (0,31%) ke level 3.163,09.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 1.250 ke Rp 22.350, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 43.700, Lonsum (LSIP) naik Rp 250 ke Rp 10.400, BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 10.750.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 18.150, Indofood (INDF) turun Rp 250 ke Rp 4.850, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 200 ke Rp 5.500.
(dro/qom)











































