"Untuk sementara kita pantau dulu," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito kepada detikFinance di Jakarta, Senin (11/10/2010).
Seperti dikabarkan oleh media setempat di Taiwan, Indofood grup terganjal isu soal kandungan berbahaya bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie yang seharusnya digunakan untuk kosmetik bukan makanan. Perseroan pun telah menerbitkan rilis untuk mengklarifikasi hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Direktur ICBP, Taufik Wiraatmadja, sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, mengenai kandungan bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie, ICBP menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh perseroan ke Taiwan telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.
Saham ICBP ataupun INDF pun terkoreksi cukup dalam pada perdagangan sesi I hari ini. Saham ICBP dibuka turun Rp 100 ke Rp 5.600 dari penutupan pekan kemarin Rp 5.700 per saham. Hingga kini, saham perseroan berada di posisi Rp 5.500, turun Rp 200 (3,51%).
Sementara, saham induk, INDF dibuka stagnan di level Rp 5.100 dan sempat turun Rp 300 (5,88%) ke level Rp 4.800 per saham. Hingga sesi I perdagangan, saham INDF berada di posisi Rp 4.850, turun Rp 250 (4,9%).
Â
Â
(wep/dro)











































