BEI Pantau Duo Indofood dan Dugaan Kandungan Berbahaya dalam Indomie

BEI Pantau Duo Indofood dan Dugaan Kandungan Berbahaya dalam Indomie

- detikFinance
Senin, 11 Okt 2010 12:48 WIB
BEI Pantau Duo Indofood dan Dugaan Kandungan Berbahaya dalam Indomie
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau emitennya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), terkait isu adanya bahan pengawet berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.

"Untuk sementara kita pantau dulu," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito kepada detikFinance di Jakarta, Senin (11/10/2010).

Seperti dikabarkan oleh media setempat di Taiwan, Indofood grup terganjal isu soal kandungan berbahaya bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie yang seharusnya digunakan untuk kosmetik bukan makanan. Perseroan pun telah menerbitkan rilis untuk mengklarifikasi hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka sudah menyampaikan release soal itu," paparnya.

Menurut Direktur ICBP, Taufik Wiraatmadja, sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, mengenai kandungan bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie, ICBP menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh perseroan ke Taiwan telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan.

Saham ICBP ataupun INDF pun terkoreksi cukup dalam pada perdagangan sesi I hari ini. Saham ICBP dibuka turun Rp 100 ke Rp 5.600 dari penutupan pekan kemarin Rp 5.700 per saham. Hingga kini, saham perseroan berada di posisi Rp 5.500, turun Rp 200 (3,51%).

Sementara, saham induk, INDF dibuka stagnan di level Rp 5.100 dan sempat turun Rp 300 (5,88%) ke level Rp 4.800 per saham. Hingga sesi I perdagangan, saham INDF berada di posisi Rp 4.850, turun Rp 250 (4,9%).

 

 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads