Demikian hal itu diungkapkan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan beberapa Induk Organisasi Olah Raga di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
"Kita siap beli (saham) Krakatau Steel. Dana selalu ada, nanti bisa dicairkan dari deposito. Tapi tidak lebih dari Rp 500 miliar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum tahu mau ambil berapa, sekarang kan masih kita review," ujarnya.
Pemerintah telah memutuskan untuk melepaskan saham perdana Krakatau Steel di harga Rp 800-1.150 per lembar. Pertimbangannya karena harga baja internasional yang memiliki kecenderungan menurun.
"Harga saham KS Rp 800-1150 per saham. Itu hasil rapat bersama KS, dilihat terutama dari perkembangan harga baja di global yang cenderung turun. Juga perbandingan harga dengan adanya pasar bebas China ini mengganggu persaingan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Meskipun begitu, Mustafa optimistis para investor melihat pasar Indonesia tetap yang terbaik untuk baja sehingga dirinya yakin saham KS akan diserap oleh pasar dan ada potensi kelebihan permintaan sebanyak 3 hingga 5 kali.
KS berencana untuk melepaskan 19,61% sahamnya ke pasar dalam IPO yang rencananya akan dilakukan pada bulan November 2010.
(ang/dnl)











































