Demikian hal itu diungkapkan Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan beberapa Induk Organisasi Olah Raga di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/10/2010).
"Akuisisi ada yang selesai tahun ini, mungkin di sekitar Desember. Tapi closing-nya di tahun depan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, santer kabar kalau TLKMΒ dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan melakukan konsolidasi produk Flexi dan Esia. Nilai kapitalisasi pasar BTEL saat ini sebesar Rp 6,693 triliun. Jika TLKM mengambil 20-25% saham BTEL, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 1,3-1,6 triliun.
Sayangnya, Rinaldi enggan membeberkannya. Menurutnya, Telkom sengaja merahasiakan identitas perusahaan yang akan diakuisisi itu karena sedang dalam tahap negosiasi dan bersaing dengan 3 perusahaan lainnya.
"Jadi belum bisa kita buka. Nanti tunggu saja hasil negosiasinya apakah kita menang atau tidak," ujarnya.
Rinaldi menambahkan, perseroan sudah menyiapkan dana untuk akuisisi tersebut. Seluruhnya akan diambil dari kas internal perusahaan pelat merah tersebut.
Jika dananya ternyata kurang, Telkom sudah siap untuk mencairkan komitmen pinjaman yang selama ini sudah didapatkan dari beberapa bank.
Salah satu bank yang sudah memberikan komitmen pendanaan kepada Telkom diantaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Dua bank milik negara itu sudah siap memberika kredit hingga Rp 4 triliun.
Selain akuisisi, Telkom juga sedang memfinalisasi pelepasan anak usahanya, PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom), sebanyak 40% kepemilikan saham.
"Kalau Patrakom mungkin akhir tahun ini sudah selesai," jelasnya.
Β
(ang/dro)











































