"Jadi kita butuh sekitar US$ 900 juta untuk berbagai proyek. Nanti sumber pendanaannya ada 3, dari rights issue, kredit bank, sama recycling capital," kata Direktur Lippo Mark Wong usai jumpa pers di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (14/10/2010).
Menurutnya, dana sebanyak itu akan digenjot melalui rights issue, pinjaman perbankan dan kas internal perseroan. Proyek yang akan dikerjakan perseroan itu berjangka waktu 3-5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun ini kita groundbreaking rumah sakit di Makassar. Kan yang di Karawaci kan sudah. Nanti sebentar lagi kita akan resmikan rumah sakit kanker swasta terbesar di Indonesia yang di belakang Plaza Semanggi," ungkapnya.
Untuk mengejar target proyek pembangunan rumah sakit dan mal tersebut, emiten berkode LPKR itu setiap tahunnya harus menyelesaikan 5-10 proyek. "Tergantung lahan dan lokasinya juga, tapi setiap tahun antara 5-10 tahun," ujarnya.
Saat ini, perseroan memiliki landbank sekitar 6.500 hektar yang tersebar di seluruh Indonesia. Proyek tersebut akan dilakukan di atasa lahan milik perseroan tersebut.
Divisi usaha LPKR meliputi resedential/township, ritel mal, rumah sakit, hotel, dan aset manajemen. Lippo Karawaci tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 11,9 triliun.
(ang/dnl)











































