Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.612,171 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.645,610, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 3.611,979.
Sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang menguat dengan rata-rata di atas 1% tadi pagi ikutan memberikan dorongan naik bagi IHSG. Saham-saham unggulan disemua sektor diburu investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan siang, IHSG mulai berbalik arah ke zona negatif. Singapura yang mengeluarkan kebijakan pengetatan moneter untuk memangkas arus hot money memicu aksi jual di bursa-bursa Asia seperti bursa Malaysia, bursa Bombay dan IHSG.
IHSG pun sempat jatuh ke zona negatif di level 3.603,001, turun 8 poin dari penutupan kemarin. Untungnya, menjelang penutupan pasar terjadi aksi beli massal yang membuat IHSG kembali masuk ke zona hijau. IHSG pun berhasil mencatat rekor tertinggi baru hari ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (14/10/2010), IHSG naik 6,499 poin (0,17%) ke level 3.618,478. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 2,284 poin (0,33%) ke level 674,729.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 149.121 kali pada volume 11,587 miliar lembar saham senilai Rp 8,951 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 122 saham turun dan 77 saham stagnan.
Kendati demikian, transaksi investor asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 244,032 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak mixed setelah Singapura meluncurkan kebijakan pengetatan moneter:
- Indeks Shanghai naik 18,27 poin (0,64%) ke level 2.879,64.
- Indeks Hang Seng melesat 394,48 poin (1,68%) ke level 23.852,17.
- Indeks Nikkei 225 naik tajam 180 poin (1,91%) ke level 9.583,51.
- Indeks Straits Times turun tipis 4,3 poin (0,12%) ke level 3.199,70.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bir Bintang (MLBI) naik Rp 25.300 ke Rp 228.800, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 45.100, Adira Finance (ADMF) naik Rp 800 ke Rp 10.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indomobil (IMAS) turun Rp 600 ke Rp 8.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 20.200, BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 10.750.
Â
Â
(dro/qom)











































