Sering Didemo, Katarina Tutup Kantor Cabang Medan

Sering Didemo, Katarina Tutup Kantor Cabang Medan

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 16 Okt 2010 15:07 WIB
Sering Didemo, Katarina Tutup Kantor Cabang Medan
Jakarta - PT Katarina Utama Tbk (RINA) melakukan penutupan kantor cabang Medan dengan alasan sering terjadi demo oleh karyawan, hingga mengganggu operasional. Dengan penutupan ini maka 24 karyawan RINA otomatis mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun menurut Dewan Penasihat Forum Komunikasi Pekerja Katarina (FKPK), Massa Karya Ginting, penutupan dilakukan secara sepihak tanpa menyelesaikan hak-hak karyawan.

"Hasil pertemuan FKPK dengan Fazli (Direktur Utama Katarina Fazli Zainal Abidin) beberapa hari lalu, tidak ada artinya. Niat Fazli untuk berdamai juga hanya akal-akalan," ungkapnya kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (16/10/2010).

Massa menyampaikan, kewajiban manajeman untuk membayar gaji karyawan hanya untuk wilayah Jakarta. Itupun dengan menjual aset perusahaan berupa dua mobil operasional. Sedangkan untuk karyawan di wilayah lain, seperti Medan, dan Palembang hingga kini masih tanda tanya besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Janjinya gaji akan dibayarkan kepada seluruh karyawan, ternyata tidak benar. Yang dibayarkan hanya gaji karyawan kantor Jakarta," kata Massa.

Berdasarkan surat manajeman Katarina kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan disampaikan, demo yang dilakukan karyawan telah menurunkan kredibilitas nama baik perseroan dimata rekan bisnis.

Demo juga dinilai manajeman RINA mengganggu produktifitas pekerjaan. Hal ini mengakibatkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban rutin ataupun pembiayaan operasional Katarina.

"Kami telah mengalami kesulitan keuangan untuk membayar gaji dan operasional kantor Medan atau Jakarta. Maka terhitung 8 Oktober 2010, kami menyatakan kantor cabang di Medan ditutup beroperasi dan kami terpaksa menyampaikan permohonan kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk melakukan PHK karyawan Medan sebanyak 24 karyawan," jelas Fazli dalam surat tertulisnya.

Atas surat manajeman, FKPK menilai telah terjadi pemutar balikkan fakta dan kebohongan tersebut. Serikat pekerja pun telah menanggapi surat tersebut dan menyampaikannya ke Disnaker Medan dengan tembusan ke berbagai pihak terkait.

Manajemen Katarina Utama yang seluruhnya ekspatriat asal Malaysia diduga telah menyelewengkan perolehan dana IPO, penggelembungan aset serta memanipulasi laporan keuangan auditan 2009. Dari perolehan dana IPO sebesar Rp 33,6 miliar, manajemen diduga menggelapkan sebesar Rp 29,6 miliar.

Akibatnya, kas perusahaan pun bolong dan manajemen tidak dapat menyelesaikan kewajiban kepada karyawan. Saat ini, hampir seluruh kegiatan operasi Katarina Utama berhenti, sehingga tidak ada pemasukan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kini tengah mengusut dan memeriksa dugaan penyelewengan dana IPO, penggelembungan aset hingga manipulasi laporan keuangan Katarina.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads