"Demand sangat besar, untuk investor ritel sekitar 20 juta lembar," ungkap Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Tower Bersama, Helmi Yusman Santoso kepada detikFinance di Wisma Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Senin (18/10/2010).
Seperti diketahui, penawaran perdana saham perseroan dimulai hari ini hingga dua hari ke depan. Berdasarkan pantuan detikFinance, nampak beberapa calon investor mengantri untuk membeli saham perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi. Bagi penempatan BTS ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helmi menambahkan, dari hasil roadshow perseroan ke lima kota, Singapura, Hongkong, London, New York dan Boston, disimpulkan terjadi permintaan yang sangat besar atas saham perseroan. Pasalnya bisnis menara di Indonesia masih sangat menjanjikan dan baru mulai berkembang, jauh jika dibangkan dengan negara maju lain seperti AS.
"Seperti di AS, American Tower growth-nya 8% untuk revenue. Di kita, growth 55% dan kita kasih diskon," tambah Helmi.
Perseroan siap menawarkan 551.111.000 lembar saham baru kepada publik dalam penawaran umum perdana ini usai TBI mendapat pernyataan efektid dari Bapepam-LK di 15 Oktober 2010. Selain pelepasan saham perdana, Tower Bersama juga akan melakukan penawaran terbatas (private placement) sebanyak 339.750.000 lembar saham oleh pemegang saham perseroan, yaitu PT Provident Capital Indonesia (PCI) dan PT Wahana Anugerah Sejahtera (WAS).
Perseroan pun menyiapkan opsi green shoe (penjatahan lebih) sebesar 82.666.500 lembar saham. Opsi ini dilakukan agar harga saham stabil dalam waktu 30 hari setelah listing perdana.
Baik private placement ataupun green shoe dilakukan dalam satu harga yakni Rp 2.025, hingga total saham yang dilepas sebanyak 973.527.500 lembar, dengan total nilai Rp 1,97 triliun. Tower Bersama telah menunjuk Indopremier Securities dan UBS Securities sebagai penjamin emisi.
(wep/ang)










































