Menurut keterangan perseroan yang dikutip, Rabu (20/10/2010), Borneo akan melepaskan 20% sahamnya atau sebanyak 3.317.500.000 lembar kepada publik. Dalam menjalankan aksinya tersebut, perseroan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia sebagai penjamin emisi saham (underwritter).
Selain saham yang ditawarkan tersebut, perseroan juga akan mencatatkan 13.270.000.000 lembar sahamnya atas nama pendiri perusahaan. Saham ini tidak akan dijual maksimum dalam jangka waktu 8 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan diperkirakan akan memperoleh izin efektif pada 15 November 2010, masa penawaran akan dilakukan pada 18-22 November 2010, saham perseroan rencananya akan dicatatkan di BEI pada 26 November 2010.
Sebelumnya dana hasil IPO ini diperkirakan akan menghasilkan Rp 2-3 triliun. Harga nominal saham IPO ini adalah Rp 100 per lembar.
Hingga Juni 2010, jumlah aset Lumbung Energi mencapai Rp 4,9 triliun naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4,3 triliun. Pada periode tersebut perseroan memperoleh laba bersih Rp 20,6 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu di mana perseroan mengalami kerugian Rp 99,7 miliar.
(dnl/qom)











































