Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah menyusul anjloknya Nikkei dan Wall Street. Membuka perdagangan, IHSG langsung terjun 52,145 poin (1,45%) ke level 3.540,643.
Pelemahan IHSG semakin dalam. Saham-saham sektor komoditas terpangkas menyusul melorotnya harga-harga komoditas akibat penguatan dolar AS. Penguatan dolar AS terjadi setelah China memutuskan untuk menaikkan suku bunganya demi meredam inflasi dan melonjaknya harga perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perdagangan Rabu (20/10/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah 37,962 poin (1,06%) ke level 3.554,826. Indeks LQ 45 juga melemah 8,241 poin (1,24%) ke level 657,515.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 58.507 kali pada volume 7.663,7 juta lembar saham senilai Rp 2,846 triliun. Sebanyak 39 saham naik, 157 saham turun dan 63 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia siang ini masih memerah meski sudah mulai reda.
- Indeks Hang Seng turun 151,57 poin (0,64%) ke level 21.612,16.
- Indeks Nikkei-225 melemah 164,27 poin (172%) ke level 9.375,18.
- Indeks Straits Times melemah 14,03 poin (0,44%) ke level 3.178,26.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 200 menjadi Rp 8.550, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 5 menjadi Rp 390, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 50 menjadi Rp 5.400
Saham-saham yang turun harganya antara lain Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 18 menjadi Rp 172, Timah (TINS) turun Rp 100 menjadi Rp 3.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 6.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 10400.
(qom/dnl)











































