Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (21/10/2010).
Pendapatan bersih perseroan hingga akhir September 2010 mencapai Rp 2,26 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar masih disumbang oleh proyek-proyek yang berada di Jakarta dan Jawa Barat dengan total nilai Rp 1,1 triliun. Terbesar kedua berada di wilayahΒ Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Kalimantan, Bali, NTT, Maluku, Papua dan Sulawesi dengan nilai Rp 783,46 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian laba bersih perseroan sebesar Rp 46,59 miliar, usai terpangkas pajak dan hak miroritas atas pemegang saham, atau naik 61,71% dibandingkan tahun lalu Rp 28,81 miliar.
Dan untuk order book hingga akhir tahun 2010, PTPP menargetkan di level Rp 16,2 triliun. Ini terdiri dari Rp 13,6 triliun kontrak baru dan Rp 2,59 triliun merupakan carry over 2009. Order Book hingga September 2010 telah mencapai Rp 7,18 triliun.
Menurut Direktur Utama perseroan, Musyanif, pencapaian kinerja ini terhitung signifikan karena penyerapan anggaran pemerintah masih rendah ketimbang tahun lalu yang disebabkan adanya pergeseran waktu pengumuman tender.
(wep/qom)











































