"Pendapatan di triwulan III-2010 diperkirakan Rp 800-900 miliar," ungkap Presiden Direktur ELTY Hiramsyah S. Thaib dalam keterangannya kepada detikFinance, Rabu (20/10/2010) malam.
Pada triwulan III-2009, ELTY mencatat pendapatan sebesar Rp 656,4 miliar. Itu berarti pertumbuhan pendapatan periode yang sama tahun ini akan mencapai 22-37%. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan perseroan masih ditopang oleh unit bisnis city property serta hotel resort.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hiramsyah mengatakan, perolehan pendapatan tersebut sudah sesuai ekspektasi perseroan. Oleh karenanya, ia optimistis pendapatan hingga akhir tahun ini mencapai Rp 1,3 triliun. Pendapatan itu naik 22,6% dibandingkan 2009 sebesar Rp 1,06 triliun. "Kalau laba bersih 2010 kami proyeksikan meningkat 20-30%," ujarnya.
Namun, mengenai laba bersih triwulan III-2010, perseroan belum bisa mengungkapkannya. Menurut Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin, pihaknya akan menyelesaikan laporan keuangan triwulan III dalam waktu dekat. "Saat ini, kami baru bisa sampaikan pendapatan perusahaan. Itu juga masih kisaran Rp 800-900 miliar," jelas Nuzirman.
Hingga akhir tahun, ELTY bakal merampungkan Hotel Bali Pullman Legian Nirwana dan Kondotel Aston Bogor. Selain itu, perseroan akan menyelesaikan klaster Harmoni di Bogor Nirwana Residence, serta penutupan atap (topping off) Kondominium The Grove di Superblok Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta.
Di samping itu, perusahaan properti milik keluarga Bakrie tersebut mempercepat sejumlah proyek jalan tol. Perseroan tengah menggenjot pembebasan lahan seksi I dan II ruas tol Pejagan-Pemalang. Begitu juga dengan ruas tol Semarang-Batang. Saat ini, ELTY, melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Road (BTR), telah mengoperasikan ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer.
ELTY juga menggandeng PT Jasa Sarana, BUMD Jawa Barat, untuk mempercepat pembangunan tol Ciawi-Sukabumi. Perseroan mengalokasikan dana Rp 400 miliar. ELTY menguasai 60% saham PT Trans Jabar Toll Road, sedangkan Jasa Sarana memiliki 25% saham dan Grup Bukaka 15% saham. Trans Jabar merupakan perusahaan pemegang konsesi tol Ciawi-Sukabumi.
Sementara itu, PT Bakrie Toll Road (BTR), anak usaha ELTY di bidang jalan tol terus mengkaji emisi obligasi senilai Rp 1-1,5 triliun. "Kami menargetkan obligasi tersebut bisa terbit pada triwulan I atau II-2011," kata Hiramsyah.
BTR akan menggunakan dana hasil emisi obligasi untuk membayar utang (refinancing), serta membiayai pembebasan lahan dan pengembangan jalan tol. BTR perlu merestrukturisasi utang, terutama kepada bank nasional. Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi beban keuangan.
Tahun ini, ELTY belum berencana menggalang kembali pendanaan eksternal. Pasalnya, perseroan masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum terbatas (rights issue). Belum lama ini, ELTY sukses memperoleh dana sebesar Rp 3,2 triliun dari rights issue.
Â
Â
(dro/dro)











































